Pages

Kamis, 29 Oktober 2015

Internet Of Things (IOT)







Mengenal IOT(Internet Of Things)

Pada awalnya istilah Internet of Things diperkenalkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai booming melalui Auto-ID Center di MIT. IOT sendiri merupakan sebuah perkembangan dari pemanfaatan internet dengan jaringan lokal maupun global serta sensor dan aktuator yang tertanam, kita ketahui pada umumnya hanya smart phone dan komputer yang dapat memanfaatkan internet, namun dengan IOT ini benda nyata selain kedua benda diatas juga dapat terhubung dengan internet. Sehingga tidak diragukan lagi dengan hanya menggunakan sebuah smart phone yang terhubung dengan internet kita dapat mengendalikan benda nyata lain yang telah menerapkan IOT tersebut.

Pada prinsipnya IOT memanfaatkan internet sebagai media komunikasi antara kedua objek nyata yang digunakan oleh user, dengan adanya komunikasi memungkin kedua benda yang telah terhubung melakukan interaksi dan melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang telah terprogram sebelumnya. Tentu nya interaksi yang dilakukan harus didukung oleh pengembangan software & hardware pada objek tersebut. Untuk itu dibutuhkan developer yang memang ahli dalam jaringan maupun software & hardware IOT itu sendiri.

Untuk saat ini sudah banyak vendor yang mendukung IOT untuk dikembangkan lebih lanjut, sebut saja Microsoft, Samsung, Apple, Intel dan baru-baru ini google juga turut serta dalam pengembangan teknologi IOT ini dengan menciptakan sebuah sistem operasi yang bernama brillo, brillo sendiri merupakan versi ringan dari Android yang mendukung perangkat berdaya rendah. Google berharap dengan adanya brillo ini dapat memudahkan proses interaksi dengan platform yang berbeda pada setiap perangkat yang menerapkan teknologi IOT tersebut.  

Betapa banyak manfaat yang dapat kita dapatkan apabila teknologi IOT ini terus dikembangkan, pekerjaan yang kita lakukan akan terasa lebih cepat dan mudah. Implementasi dari teknologi IOT ini sudah banyak kita lihat pada tahun 2015 ini, seperti yang dapat dikenakan ditubuh user yaitu Google Glass, Nike Fit dan Samsung Smart Watch. Ataupun yang tidak seperti  Smart Air Conditioner, Smart TV, Smart Refrigerator.

Saya berharap dengan perkembangan teknologi yang setiap saat mengalami perubahan tidak menimbulkan negatif feedback bagi manusia itu sendiri sebuah teknologi diciptakan untuk kepentingan manusia untuk itu seharusnya teknologi dibuat untuk mengembangkan pola pikir manusia menjadi lebih maju bukan sebaliknya.

Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembacanya walaupun masih banyak kekurangan dalam penulisan. Karena saya sendiri pun masih belajar. terima kasih.

Sumber :
http://iot.co.id/apa-itu-internet-of-things/




Jumat, 13 Maret 2015

Tugas IBD pert3 Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan



BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                                                  
1.1   Latar Belakang
Ilmu budaya dasar merupakan konsep yang dirancang untuk membahas dasar-dasar mengenai masalah manusia dan kebudayaan. Budaya itu sendiri sangat beraneka ragam seperti bahasa, seni, sistem pengetahuan dan sebagainnya. pada saat ini seni termasuk sastra telah banyak memegang peranan penting. Hal itu terjadi karena seni merupakan ekspresi yang sifatnya tidak normatif, nilai yang disampaikannya fleksibel baik itu isinya maupun penyampaiannya. Sehingga seni khususnya sastra banyak muncul dan dicintai oleh masyarakat..
Seni sastra merupakan konsep seni yang menggunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung semua pernyataan manusia. Bahasa juga digunakan dalam melakukan hubungan antara sesama manusia. Dengan bahasa memudahkan manusia dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. untuk itu sastra mudah diterima di kalangan masyarakat.    
1.2   Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pendekatan kesustraan
2.      Untuk mengetahui ilmu dudaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
3.      Untuk mengetahui nilai-nilai dalam prosa fiksi
4.      Untuk mengetahui ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi






BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pendekatan Kesustraan
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dart pengamatan orang lain.
dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

2.2 Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Prosa terbagi atas dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi



2.3 Nilai-nilai Dalam Proses fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

2.4 Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu ;
a.       Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
b.      Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
c.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
d.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
e.       Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sastra termasuk seni dan seni merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Sastra menggunakan bahasa sebagai objeknya sehingga mudah untuk diterima dan banyak beperan dalam perkembangan komunikasi terutama dalam bahasa. Sastra terdapat banyak jenisnya yaitu seperti bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat atau yang di sebut puisi. suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya yang disebut prosa dan lain sebagainnya. untuk itu konsep ilmu budaya dasar dalam kesustraan merupakan hal yang sulit dipisahakan satu sama lain.

3.2 Saran
Dari penjabaran makalah di atas masih banyak kekurangan dalam segi sumber yang hanya terbatas pada website di internet dan beberapa buku penunjang,Untuk pengembangan lebih lanjut penulis mengharapkan untuk dapat dilengkapi mulai dari segi sumber atau isi dari makalah tersebut.






DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, Widyo & Muchji achmad. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma.