Video dibawah ini bertema tentang pengalaman selama musim duku waktu masih SMP. Saya sadar masih banyak kekurangan dan kesalahan saya dalam berbicara bahasa inggris. Saya harap dengan pembuatan video ini dapat menumbuhkan keberanian dalam berbicara dalam bahasa inggris saya untuk kedepannya.
Rabu, 30 Mei 2018
Jumat, 04 Mei 2018
Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2
Theme for The Word is "Animals in indian Ocean"
1. Barnacle : Teritip
How to Pronounce it
How to Spell it
2. Bull Shark : Hiu Banteng
How to Pronounce it
How to Spell it
3. Cuttlefish : Sotong
How to Pronounce it
How to Spell it
4. Sea Urchin : Bulu babi
How to Pronounce it
How to Spell it
5. Spiny Dogfish : Spesies Hiu Squalidae
How to Pronounce it
How to Spell it
6. Moray Eel : Belut Moray
How to Pronounce it
How to Spell it
7. Manta Ray : Ikan Pari Manta
How to Pronounce it
How to Spell it
8. Wrasse : Ikan Napoleon
How to Pronounce it
How to Spell it
9. Puffer fish : Ikan Buntal
How to Pronounce it
How to Spell it
10. Sea slug : Siput Laut
How to Pronounce it
How to Spell it
11. Angelfish : Ikan angel
How to Pronounce it
How to Spell it
12. Barracuda : Ikan Barakuda
How to Pronounce it
How to Spell it
13. Hammerhead Shark : Hiu Martil
How to Pronounce it
How to Spell it
14. Zebra Shark : Hiu Zebra
How to Pronounce it
How to Spell it
15. Giant Clam : Kerang Raksasa
How to Pronounce it
How to Spell it
16. Dusky Dolphin : Lumba-lumba Dusky
How to Pronounce it
How to Spell it
17. Humpback Whale : Ikan Paus Humpback
How to Pronounce it
How to Spell it
18. Eagle Ray : Ikan Pari Elang
How to Pronounce it
How to Spell it
19. Fin Whale : Paus Sirip
How to Pronounce it
How to Spell it
20. Horseshoe Crabs: Kepiting Ladam
How to Pronounce it
How to Spell it
1. Barnacle : Teritip
How to Pronounce it
How to Spell it
2. Bull Shark : Hiu Banteng
How to Pronounce it
How to Spell it
3. Cuttlefish : Sotong
How to Pronounce it
How to Spell it
4. Sea Urchin : Bulu babi
How to Pronounce it
How to Spell it
5. Spiny Dogfish : Spesies Hiu Squalidae
How to Pronounce it
How to Spell it
6. Moray Eel : Belut Moray
How to Pronounce it
How to Spell it
7. Manta Ray : Ikan Pari Manta
How to Pronounce it
How to Spell it
8. Wrasse : Ikan Napoleon
How to Pronounce it
How to Spell it
9. Puffer fish : Ikan Buntal
How to Pronounce it
How to Spell it
10. Sea slug : Siput Laut
How to Pronounce it
How to Spell it
11. Angelfish : Ikan angel
How to Pronounce it
How to Spell it
12. Barracuda : Ikan Barakuda
How to Pronounce it
How to Spell it
13. Hammerhead Shark : Hiu Martil
How to Pronounce it
How to Spell it
14. Zebra Shark : Hiu Zebra
How to Pronounce it
How to Spell it
15. Giant Clam : Kerang Raksasa
How to Pronounce it
How to Spell it
16. Dusky Dolphin : Lumba-lumba Dusky
How to Pronounce it
How to Spell it
17. Humpback Whale : Ikan Paus Humpback
How to Pronounce it
How to Spell it
18. Eagle Ray : Ikan Pari Elang
How to Pronounce it
How to Spell it
19. Fin Whale : Paus Sirip
How to Pronounce it
How to Spell it
20. Horseshoe Crabs: Kepiting Ladam
How to Pronounce it
How to Spell it
Minggu, 10 Desember 2017
Konsep Proses Pencapaian Tujuan Dalam Pengendalian Internal
Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan dari pengendalian internal adalah
Tujuan dari pengendalian internal adalah
1. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang
dapat diandalkan.
2. Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi
secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumberdaya yang tersedia.
3. Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku
4. Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia
Konsep Proses Pencapaian Tujuan
Semakin berkembangnya manajemen SDM , konsep pengendalian intern juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan,
tetapi terletak dilapisan bawah.Mereka yang dekat dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar.Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak)
sesuai spesialisai masing-masing.Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yg serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.
15 Area Pengendalian TI(Teknologi Informasi)
Berikut adalah 15 area pengendalian TI(Teknologi Informasi)
1. Integritas Sistem
a. Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
b. Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
c. Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
d. Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
e. Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
f. Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh
2. Manajemen Sumber Daya
a. Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem
b. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi
jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun
tetap dengan biaya yang wajar.
c. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang
Berkesinambungan
3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
a. Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan
terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
b. Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di
dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang
dibakukan dan disetujui.
4. Backup dan Recovery
a. Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning
(rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
b. Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk
kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
5. Contigency Planning
a. Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman
b. terhadap fasilitas pemrosesan SI
c. Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah
dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical
application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W
dan sebagainya.
6. System S/W Support
a. Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan
dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan
dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik
untuk integritas fungsionalnya
b. Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika
sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)
7. Dokumentasi
a. Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W
sistem
b. Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule
operasi,
c. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user
8. Pelatihan atau Training
a. Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan
staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
b. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan
9. Administrasi
a. Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job
description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang
digunakan
b. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk
semua sumber daya SI.
10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
a. Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali
akses ke sumber daya informasi
b. Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
c. Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi
11. Operasi
a. Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
b. Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus
terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk
run/restore/backup atas seluruh aplikasi
c. Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO,
penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
12. Telekomunikasi
a. Review terhadap logical and physical access controls,
b. Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange
(EDI)
c. Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan
komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran
telekomunikasi.
13. Program Libraries
a. Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source
code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application
test libraries development
b. Terdapat review atas prosedur quality assurance.
14. Application Support
a. Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
b. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
c. proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
d. Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC
yang digunakan.
15. Microcomputer Controls
a. Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas
aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik
terhadap microcomputer yang dimiliki,
b. Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk
menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Macam-Macam Tools Untuk Melakukan Audit TI (Teknologi Informasi)
Berikut adalah tools lain yang dapat digunakan untuk melakukan Audit TI selain dari COBIT :
- Picalo. Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
- ACL. ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
- Nipper. Nipper
(Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk
membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola
jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
- Powertech Compliance Assessment. Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
- Nessus. Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan
- NMAP. NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)
- Wireshark. Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan
- Metasploit. Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.
Langganan:
Postingan (Atom)




